Berapa Jejak Karbon Perjalanan dari Denpasar menuju Jakarta Sekali Tempuh?

Administrator
0 Comments
2024-05-14

Diprediksi ribuan warga dari berbagai daerah akan datang ke Jakarta sehabis Lebaran 2024. Sebagian besar pendatang ingin mencari penghidupan yang lebih baik [↗]. Sebagai pusat ekonomi nasional, bagi masyarakat yang ingin mengadu nasib di Jakarta, dengan harapan bisa hidup lebih baik dan menaikan derajat sosial. Merantau ke Jakarta menjadi pilihan karena di Jakarta memiliki banyak lapangan pekerjaan dibandingkan dengan di daerah lain [↗]. Jakarta pun akan terus menjadi melting pot berbagai suku dan bangsa dari Indonesia maupun dari luar negeri[↗].


Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat masih menjadi provinsi dengan jumlah penduduk perantau ke Jakarta terbanyak [↗]


Ketiga provinsi tersebut terletak di Pulau Jawa yang memiliki pilihan transportasi yang lebih banyak dibandingkan dengan provinsi lainnya yang terletak di luar pulau Jawa ketika ingin menuju Jakarta. 


Jika seseorang dari pulau Bali dan ingin ke Jakarta, kira-kira berapa banyak jejak karbon yang dihasilkan?


Misalnya ia berangkat dari Denpasar dan menuju Bandara Ngurah Rai yang berjarak 16KM dengan mobil pribadi yang berbahan bakar bensin, maka jumlah emisi yang dihasilkan 1,40 (ton CO2/tahun), sesampainya di Bandara Ngurah Rai kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan Pesawat untuk menuju Bandara Soekarno Hatta, jarak antara Bandara Ngurah Rai - Soekarno Hatta adalah 981KM perjalanannya ada sekali jalan dengan kelas ekonomi maka jumlah emisi yang dihasilkan 0,25 (ton CO2/tahun). Kemudian perjalan dilanjutkan dengan menggunakan taxi dari Soekarno Hatta menuju Kos di daerah Pasar Minggu Jakarta Selatan. Jarak antara Bandara Soekarno Hatta - Pasar Minggu adalah 36KM dengan taxi berbahan bakar bensin, Sehingga jumlah emisi yang dihasilkan adalah 3,15 (ton CO2/tahun)


Jumlah emisi tersebut hanya untuk satu orang saja, bayangkan seberapa banyak emisi yang dihasilkan oleh perantau lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan, seperti kendaraan listrik atau transportasi umum. Dukungan terhadap program transisi energi juga diperlukan agar lebih ramah lingkungan.


Kamu juga bisa menghitung jejak karbonmu di https://jejakkarbonku.id/kalkulator


Ditulis oleh : Putu Tasya Pratiwi Utami


Artikel Yang Berhubungan



Podcast



Video



Tags

Share

0 Komentar

 

© Copyright 2021, All right reserved by IESR


Loading ...